vernakular.id

Ragam Vernakular Lombok & Sumbawa

Kota Mataram

Bentuk dan Struktur Arsitektur

Rumah adat Sasak masih dapat ditemui di sekitar Kota Mataram, memiliki bentuk khas yang sarat akan makna. Secara fisik, rumah ini dibangun dengan konstruksi panggung. Lantainya ditopang tiang-tiang kayu yang ditanam cukup dalam sehingga kokoh dan mampu bertahan terhadap guncangan, termasuk gempa yang sering terjadi di Lombok. Material utama yang digunakan juga berasal dari alam sekitar, seperti bambu, kayu, dan alang-alang kering. Hal ini membuat rumah terasa sejuk di musim panas, hangat ketika hujan, sekaligus ramah lingkungan.

Atap rumah Sasak berbentuk menyerupai gunung, menukik landai ke bawah hingga hampir menyentuh tanah. Atap tersebut biasanya terbuat dari alang-alang atau jerami yang disusun rapat, berfungsi melindungi dari panas terik matahari dan derasnya hujan.


Fungsi Sosial dan Representasi Simbolik

Seni cukli merupakan seni ukir khas Lombok yang banyak ditemui di Kota Mataram. Motif cukli dibuat dengan teknik menanamkan potongan kerang mutiara atau siput laut ke dalam ukiran kayu, sehingga menghasilkan pola dekoratif yang indah dan berkilau.

Selain itu, atribut dan pakaian adat sasak masih banyak ditemukan di kota Mataram


Medium Representasi dan Visualisasi

Motif khas Sasak, yang sarat dengan simbol-simbol budaya seperti bentuk geometris, flora, fauna, dan ornamen tradisional, menjadi elemen penting dalam memperkuat identitas visual Kota Mataram. Kekhasan ini tidak hanya terlihat pada kain tenun atau ukiran kayu, tetapi juga dihadirkan secara lebih luas melalui berbagai medium instalasi dan peraga di ruang publik.

Di Kota Mataram, motif Sasak ditampilkan dalam bentuk mural, ukiran pada gerbang kota, hiasan jalan, ornamen pada fasilitas umum, hingga dekorasi di ruang-ruang budaya. Selain itu, kerajinan seperti motif cukli pada furnitur, pola panah dan flora pada instalasi seni, maupun ragam motif pada tekstil dan batik lokal semakin memperkaya citra kota.


Motif dan Ornamen Tradisional

Motif pada gambar tersebut merupakan motif khas yang dapat ditemukan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Motif ini terinspirasi dari bentuk-bentuk geometris yang menyerupai panah, flora, dan simbol-simbol tradisional yang sering digunakan dalam ornamen Sasak. Warna-warna kontras seperti kuning, merah, biru, dan cokelat memberikan kesan cerah sekaligus tegas, mencerminkan dinamika budaya masyarakat Lombok yang penuh semangat, ramah, serta menjunjung tinggi tradisi.

Motif khas ini menjadi representasi visual kearifan lokal Mataram yang terus dipelihara dan diwariskan, sekaligus memperkuat citra kota sebagai pusat budaya Sasak di Lombok.


Transformasi dalam Desain Modern

Motif pada gambar tersebut merupakan motif khas yang dapat ditemukan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Motif ini terinspirasi dari bentuk-bentuk geometris yang menyerupai panah, flora, dan simbol-simbol tradisional yang sering digunakan dalam ornamen Sasak. Warna-warna kontras seperti kuning, merah, biru, dan cokelat memberikan kesan cerah sekaligus tegas, mencerminkan dinamika budaya masyarakat Lombok yang penuh semangat, ramah, serta menjunjung tinggi tradisi.

Motif khas ini menjadi representasi visual kearifan lokal Mataram yang terus dipelihara dan diwariskan, sekaligus memperkuat citra kota sebagai pusat budaya Sasak di Lombok.